Photobucket Ad here !!



Photobucket Copy diblog panjenengan, matur nuwun

Hasil belajar dari Blog Mas Rahman, Nuwun
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Product ...

Services ...

free hit counters
Bloomingdales Coupon

Visitors since Feb/26/2007
Other things Banner Pertama




www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Griya Batik Nugraha Laweyan. Make your own badge here.

Other things ...







Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin ...

Minggu, 26 Agustus 2007 Pesona Batik Modern Seg...

Batik SurakartaBatik adalah bentuk seni klasik yan...

Minggu, 29 Juli 2007 Kemenangan Saudagar Mengal...

Minggu, 29 Juli 2007 Atmosfer Glamor dari Solo ...

Sabtu, 04 Agustus 2007 Nichepreneur Mereka memi...

Batik, Sang Primadona Berbagai teknik dan detail...

Vision

Kampung Laweyan Membuka Diri Sumber : Republika.c...

Solo dalam Gambar





December 2006 January 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007




Downloads
Technology News
Templates
Web Hosting
Articles
Games
Blogger
Google



www.flickr.com

Blogger

FinalSense

Amazon

Yahoo

Ebay

<$BlogDateHeaderDate$>
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Selamat Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin








Selengkapnya Klik disini!!!
<$BlogDateHeaderDate$>
Minggu, 26 Agustus 2007

Pesona Batik Modern

Segar, muda, dan ringan. Kesan inilah yang ditampilkan oleh rumah batik Allure ketika mengadakan pergelaran tunggal The Alluring of Modern Batik di Jakarta, Rabu (22/8).

Dalam 60 koleksi busana yang tampil, kesan klasik dan 'monoton' yang selama ini kerap melekat pada batik tampak lebur dalam atmosfer modern. Seluruh koleksi hadir dalam lima tema besar seperti rangkaian koleksi lilitan batik, cute & girly, retro modern, hitam putih elegan, dan gaun batik tulis. Rangkaian ini diharap bisa mengakomodasi segela kebutuhan berbusana dari pagi hingga malam hari serta membidik rentang usia tertentu.



Pada rancangan koleksi lilitan batik yang membidik segmen usia 25 tahun ke atas, Allure menyajikan blus ringan dengan bahan kain batik sutra ATBM (alat tenun bukan mesin). Warna dominasi merah dengan paduan abu-abu, biru, cokelat, dan jingga keemasan dipilih untuk koleksi ini.

Untuk koleksi cute & girlie khusus ditujukan pada kelompok usia 17-20 tahun, Allure memilih batik berbahan katun, batik emboss, sifon, dan katun dobby dengan warna-warna cerah.

Sedangkan retro modern yang terinspirasi dari busana 1950-an dan 1960-an diaplikasikan dalam rancangan rok tulip, gaun tulip maupun celana berpinggang tinggi. Warna keemasan dipilih dengan memadukan abu-abu dan terakota.

Koleksi hitam putih tampil sangat bervariasi dengan detail opnaisel, lipit saling silang, dan bordir. Aplikasi payet membuat rancangan terlihat lebih elegan.

Ada pula koleksi batik tulis yang didominasi dengan motif bunga serta berpayet metal di atas kombinasi sifon sutra dan batik ATBM. Seketika, kesan mewah pun mencuat.

Secara keseluruhan, permainan unsur detail, teknik cutting yang beragam, paduan motif klasik modern, dan rangkaian warna yang cerah menjadi nilai unik pada koleksi Allure kali ini. Siluet kaya variasi seperti potongan A yang ringan, gaya longgar yang leluasa, dan pola tube turut mewarnai. Seperti untuk gaun terusan, Allure menyediakan beragam pilihan mulai dari mini, midi, sampai maksi. Bentuk lengan pun sangat variatif seperti bentuk puff kerut tampak pada berbagai rancangan sampai ke bentuk terompet. Sentuhan kardigan serta bolero dipilih untuk padu padan busana terusan. Hasilnya, batik pun tampil dinamis.
(fia )



Selengkapnya Klik disini!!!
<$BlogDateHeaderDate$>


Batik Surakarta

Batik adalah bentuk seni klasik yang ruwet dan sudah lama sekali sangat penting di dalam adat Java. Ada banyak motif yang berbeda, setiap motif mampunyai arti khusus, sering simbolis, dan digunakan untuk acara formal tertentu, contohnya upacara pernikahan, pemakaman atau hari peringatan.



Batik adalah cara yang melawan celup. Pola digambar pada kain dengan malam yang dicairkan. Setelah malamnya menjadi keras, itu menjadi melawan celup, sekarang, kainnya tanpa malam bisa dicelup, sedangkan bagian yang dimalam masih sama.

Cara ini dilakukan berulang kali, tergantung jenis pola dan berapa warna-warna yang diinginkan, dengan merebus malam keras pada kain dan menciptakan sebuah pola baru.

Ada tiga dasar utama untuk menerapkan malam; dengan tangan, menggunakan alat tembaga khusus untuk menggambar; dengan sebuah cap tembaga; atau gabungan/combinasi tangan dan cap. Ketiga cara merupakan bentuk seni yang menarik. Batik-batik yang digambar dengan tangan disebut batik tulis memerlukan 2-3 bulan untuk membuatnya, yaitu sepotong kain 2.25 x 1.25 meter membutuhkan 60-90 hari untuk membuatnya. Juga terdapat dua cara untuk membuat batik tulis, cara tradisi dan cara modern. Untuk hasil dari batik cap disebut batik cap, pertama-tama harus dibuat cap tembaga. Cap ini digunakan untuk proses pemalaman. Cap dibuat dengan tangan dan juga proses memalaman. Capnya, dapat digunakan untuk lebih dari satu kain, lebih murah dan lebih cepat, dan hasilnya sama baiknya. Sering sangat sulit untuk membedakan antara tulis, cap atau batik combinasi. Capnya sendiri sering diperlihatkan sebagai seni.



Selengkapnya Klik disini!!!
<$BlogDateHeaderDate$>
Minggu, 29 Juli 2007

Kemenangan Saudagar

Mengalahkan lawan tanpa bertempur Itulah puncak kemahiran


Tak ada data yang dipercayai benar-benar akurat tentang Sun Tzu, tapi ajarannya melampaui belasan abad, melintasi batas-batas benua. Strategi perang Napoleon, kepemimpinan Mao Tse-tung, taktik Ho Chi-minh, kejayaan ekonomi Jepang, dan kelihaian para CEO Asia abad ini adalah catatan sejarah tentang resep sang panglima perang.



Padahal, Sun Tzu bukanlah panglima yang penuh catatan kemenangan. Ia bahkan kalah oleh Fan Li, lawan yang unggul tidak saja di arena pertempuran, melainkan juga dalam perdagangan dan pertanian. Sun Tzu mengilhami dunia lebih karena risalah-risalahnya yang diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Walau karya populernya bertajuk Seni Perang, Sun sejatinya bukanlah penggemar pertempuran. Ia berkata, ''Jenderal yang memenangkan setiap pertempuran bukanlah jagoan sejati. Membuat musuhmu kalah tanpa bertempur, itulah kuncinya.''

Sun mengakhiri karier kejenderalan dan menyelesaikan 82 bab risalahnya di kampung halaman. Ia mengkritik rajanya yang suka berperang. Pengepungan, kata dia, bisa berlangsung bertahun-tahun, sementara yang didambakan orang hanyalah satu hari kemenangan. Raja semacam ini, menurut Sun, hanyalah beban bagi rakyatnya, bukan peraih kemenangan.

''Dengan kekayaannya yang berlebih-lebihan dan pasukannya yang kelewat besar, penguasa menjadi terlalu bangga dan pejabatnya terlalu mewah, mereka merasa pasti menang dalam setiap pertempuran--dan karena itu mereka bakal menjadi pihak pertama yang hancur,'' kata Sun.

Sebaliknya, ia memuji sebuah klan yang memerintah secara adil bahkan tak memungut pajak. ''Bersahaja, memiliki sedikit serdadu, hidup hemat, dan memerintah secara bijak atas rakyat yang sangat banyak -- mereka ... akan selalu menang.''

Nasihat-nasihat Sun adalah kumpulan strategi manipulasi. Ia menulis, ''Umpanlah mereka dengan bayangan untung, bingungkan dan silaukan. Gunakanlah amarah untuk membuat mereka murka, rendah-hatilah agar mereka sombong. Letihkan mereka dengan jalan berputar-putar, bikin mereka bertengkar sendiri.''

Bagi Sterling Seagrave, wartawan yang menulis Para Pendekar Pesisir, bangsa Jepang adalah contoh besar kemenangan strategi Sun. Bukan kemenangan di Pearl Harbour atau kekuasaan di Asia Timur dan Tenggara sebelum 1945. Kemenangan yang ia maksud justru pascabom Hiroshima.

Jepang yang luluh lantak akhirnya menang melalui pembangunan ekonominya. Jepang kini unggul tanpa menembakkan peluru. Persis kata-kata Sun, ''Mengalahkan lawan tanpa bertempur, itulah puncak kemahiran.''

Penyamaran adalah kunci ajaran Sun. Seni perang baginya adalah seni bunglon. Nasihat utama dia adalah, ''Haluslah agar tak terlihat, misteriuslah agar tak teraba.'' Ajaran sang jenderal abad keenam ini menyita Barat karena mewarnai aspek penyamaran dan mistifikasi dalam kebudayaan Asia yang selama ini menjadi perintang mereka.

Sebagai ilmu dasar bagi banyak saudagar, strategi Sun mengalami simplifikasi sebagai ajaran untuk berbuat curang. Kaum Barat meminatinya karena putus asa atas ''kecurangan'' di Timur. Mereka terlalu terpukau pada salah satu kalimat Sun, ''Segenap hidup ini dilandaskan pada tipuan.''

Ketika ajaran Sun menjadi ilmu para saudagar, citra manipulasi menguat. Kendati menempati posisi ekonomi dan politik yang kuat, saudagar tetaplah sasaran kecurigaan. Mereka dianggap hanya sosok-sosok serakah yang gemar menikmati kemewahan dan biasa mendekati kekuasaan ''istana'' demi keuntungan yang lebih besar. Dalam masyarakat agraris, saudagar adalah rekan sempurna kerakusan pemerintah. Mereka adalah pasangan penjepit nasib kaum tani.

Namun, ajaran Sun kian mendapatkan bukti dalam pergaulan politik internasional. Mobilitas vertikal masyarakat Asia Tenggara pascakolonialisme, misalnya, adalah perjalanan berliku para saudagar tanpa pertempuran langsung. Keunggulan Singapura, kepesatan Malaysia, adalah contoh besar strategi berkelit dari pertempuran frontal.

Kita tidak pada posisi seperti mereka. Kita lebih gemar berkelahi secara berhadapan langsung dengan ''penuh kegagahan''. Kita kemudian terpaku saat para saudagar Singapura dengan pintarnya memperdagangkan kedaulatan politik kita dengan kepentingan militer. Lahirlah DCA sebagai kesepakatan barter yang menunjukkan kemenangan cara Sun Tzu ala mereka.

Singapura tak perlu melontarkan satu peluru pun untuk dapat menguasai sebagian wilayah kita di Baturaja, Kepulauan Natuna, dan Anambas. Mereka dengan telak memenangi peperangan tanpa pertempuran. Kehalusan para saudagar pada akhirnya mengalahkan ketangguhan politik kita. Kita, dalam ibarat Sun Tsu, adalah ''bangsa yang letih karena dibuat berputar-putar dan bertengkar sendiri''.

Saat para saudagar serumpun berkumpul di Aceh pekan ini, agaknya kita bisa mulai belajar memahami Sun. Bukan pada inti pengelabuan, tapi pada kesediaan untuk berkelit dari pertempuran. Lebih dari cukup waktu kita tersita selama ini untuk pertarungan kata-kata dan senjata, di antara kita sendiri. Pertarungan yang acap tak lagi mengenal etika -- bahkan kabar burung pernikahan yang disembunyikan pun menjadi senjata. kalyara@yahoo.com
(Arys Hilman



Selengkapnya Klik disini!!!
Minggu, 29 Juli 2007

Atmosfer Glamor dari Solo

Desainer Tuty Adib terinspirasi oleh jubah petinju.


Bahan-bahan sutra dan sifon berwarna lembut itu terlihat menawan berkat detail payet, beads, dan sejumlah aplikasi. Bahkan, ketika peragawati senior Okky Asokawati menampilkan busana ungu yang dipadu dengan jubah melayang, seketika hadir kekhasan unik milik Bilqis.


Dalam rangka peringatan tujuh tahun rumah mode Bilqis, sang desainer Tuty Adib mengadakan pergelaran busana yang berlangsung di Hotel Diamond, Solo, Sabtu (21/7). Dalam ajang bertema 'Indahnya Kebersamaan' itu, tak kurang dari 70 koleksi busana yang dihadirkan.

Sebagian besar busana memang terkesan pas untuk acara pesta dan formal lantaran sarat aplikasi dan lekat dengan detail payet kecil-kecil dan bebatuan. Tuty sendiri mengaku payet kecil dan bebatuan menjadi ciri khas yang membuatnya berbeda dengan desainer. Namun, satu hal yang juga menjadi pembeda adalah bulu-bulu kecil yang berbaris rapi di antara koleksi-koleksinya itu.

Kekhasan Solo pun terasa lewat aplikasi batik. Pada sebuah koleksi, batik juga dipadu dengan payet yang mendominasi di bagian depan dan belakang blus. Kendati begitu, Tuty juga menyuguhkan busana yang lebih kasual dengan paduan bolero serta cape. Ada pula model kimono yang terasa unik ketika tampil dengan lengan-lengan menggelembung.

Sang desainer tampaknya tak ragu bermain-main dengan segala inspirasi yang terlintas di benaknya. Bahkan, ketika dia melihat sosok seorang petinju. ''Terus terang aku dapat inspirasi ketika melihat petinju. Wah, jubahnya itu bagus kalau dibuat busana,'' ujar Tuty yang ditemui seusai pergelaran busana.

Inspirasi itu pula yang hadir lewat sejumlah koleksi yang dikenakan Okky Asokawati dalam tiga kali penampilan di atas panggung peragaan. ''Aku membuat jubah itu dengan bahan tipis,'' ujarnya. Tak lupa, Tuty menyuguhkan nuansa glamor di sana. ''Aku membuat glamor busana dari sisi ornamen dengan banyak detail seperti payet, mote, dan beads,'' kata dia. Maka, di atas panggung, Okky pun berputar-putar memamerkan kemewahan ala Solo itu. neh




Selengkapnya Klik disini!!!
Sabtu, 04 Agustus 2007

Nichepreneur

Mereka memilih pasar yang belum dilirik orang. Kecil, tapi besar untungnya.


Mereka bukan pebisnis biasa. Mereka nichepreneur. Dari kelincahan memainkan jari-jari tangan, Septi Peni Wulandani (33 tahun) sukses menggangsir duit Rp 20 juta hingga 25 juta saban bulannya. Bermodalkan perangkat handy-cam, Vivit A Arifin (31 tahun) mengantongi lebih dari Rp 80 jutaan setiap bulannya.



Diambang kehancuran bisnis wartel, Haryono Ginoto pun mengubah gerai wartelnya menjadi business center dan kemudian mewaralabakannya lewat merk dagang multiplus business center. Dan, ini dia: Hendy Septiono (24 tahun). Menjual makanan khas Timur Tengah sejak 2003, pria yang drop-out dari bangku kuliah itu sukses membiakkan duit hingga Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar saban bulan!

Nichepreneur. Disebut begitu sebab topik bisnis yang digarap oleh para wirausaha (entrepreneur) ini berada pada lahan ceruk (niche): Sempit, spesifik, atau unik. Nichepreuner adalah pengusaha dengan pasar yang khusus atau sempit. Dari lahan yang sempit inilah mereka justru mendulang duit bergepok-gepok saban akhir bulan serta meraih popularitas.

Buku Niche and Grow Rich (Jennifer Basye Sander) boleh jadi merupakan 'kitab' bagi para wirausaha ceruk di seluruh dunia. Tetapi, Septi, Vivit, Haryono, atau Hendy boleh jadi tak pernah membaca buku itu sebelumnya. Sebab, dalam dunia nichepreneur, berlaku hukum bisnis sederhana: yang unik-unik bukannya tak mungkin punya pangsa pasar besar.

Menjadi seorang nichepreuner dilakoni pula Lisa S Wewengkang, pendiri salon 'd-katz'. Ada ratusan, bahkan ribuan, salon di Jakarta tetapi Lisa lebih suka mendirikan salon khusus balita dan anak-anak. Jumlah salon model begini bisa dihitung dengan jari ketika Lisa mendirikannya tahun 2000. Padahal, pangsa pasarnya amatlah besar: Anak-anak usia 3-12 tahun di Jakarta.

Salon anak-anak memang terdengar tak sefamiliar salon orang dewasa. Tapi, boleh jadi, kata Lisa, ini lantaran tak seorang pun yang melihat salon anak-anak sebagai peluang bisnis. Simaklah yang terjadi di 'd-katz' saat ini. Saban harinya 100-an anak menyambangi salon yang berlokasi di Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, itu. Jumlahnya meningkat menjadi 150-an anak pada akhir pekan. Salon 'd-katz' memiliki 200-an pelanggan setia. ''Ada yang datang jauh-jauh dari Bekasi malah,'' tutur Lisa.

Kemunculan 'd-katz' --dan salon anak lainnya-- pada akhirnya menciptakan kebutuhan baru bagi anak-anak. Sekaligus menciptakan gaya hidup baru. Yang membikin Lisa optimistis bahwa bisnis salon anak-anak bakal terus berkibar adalah pangsa pasarnya yang terus tersedia. ''Bukankah anak-anak nggak bakal habis?'' kata dia sembari tertawa kecil.

Malah, dalam tempo lima tahun, pelanggan setia salon 'd-katz' bertambah 1,5 kali hingga 2 kali lipat. Maklum, ''Sang ibu kan melahirkan anak kedua atau ketiga. Lantas, balita-balitanya itu mereka bawa juga ke sini,'' tutur Lisa. Dalam waktu dua tahun, bisnis Lisa sudah break even point.

Pulang dari Qatar pada Mei 2003, Hendy Septiono terinspirasi untuk berjualan kebab. Kebab adalah makanan khas Timur Tengah yang terbuat dari daging sapi panggang, diracik sayuran segar, dibumbui mayonaise, lantas digulung tortila. Hendy berpikir, kebab bisa menjadi makanan fast-food serupa burger, bahkan menyaingi burger-burger ala Barat lainnya. ''Ini memang burger khas Timteng,'' kata Hendy.

Hendy yakin pangsa pasar kebab terbilang besar. Mereka adalah para penggemar burger (Barat) --yang jumlahnya jutaan di negeri ini-- dan penasaran menjajal burger Timteng. Apalagi, ''Orang Indonesia doyan menjajal sesuatu yang baru,'' kata dia.

Analisis Hendy tak keliru. Dalam tempo 3,5 tahun, kerajaan bisnis waralaba Kebab Baba Rafi milik Hendy langsung menggurita. Jumlah gerai Baba Rafi kini mencapai angka 150 di 35 kota. Rahasia bisnis Hendy mudah ditebak: Ia menjual sesuatu yang unik. ''Sesuatu yang pada mulanya tak terpikir orang,'' papar dia.

Kejelian Hendy menangkap peluang usaha membuatnya didapuk segepok penghargaan, salah satunya Asia's Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah Business Week International, pada 2006. Kejeniusan bisnis inilah yang membuat Hendy diliput stasiun televisi BBC dan Channel News Asia. Dari publisitas itu nama Hendy melambung di dunia internasional. Tawaran membuka gerai mengalir dari mana-mana: Bahkan dari negeri seperti Malta, Trinidad Tobago, atau Kamboja. Dalam waktu dekat, Hendy bakal membuka gerai Kebab Baba Rafi di Malaysia atau Thailand.

Septi Peni Wulandari punya kerajaan bisnis yang tak kalah unik: Kursus jarimatika. Jarimatika adalah istilah baru --Septi telah mematenkannya ke Departemen Kehakiman pada 2005. Warga Salatiga, Jateng, ini menemukan konsep jarimatika empat tahun lalu. Jarimatika adalah cara baru menghitung dengan sepuluh jari untuk anak-anak yang, dalam kadar tertentu, dapat menggantikan kalkulator. Istilah jarimatika adalah gabungan kata jari dan aritmatika.

Peminat jarimetika melimpah ruah. Saat tahun ajaran baru, ''Jumlahnya bisa sontak meningkat,'' kata sarjana kesehatan masyarakat Universitas Diponegoro itu. Mulanya Septi menerbitkan buku Teknik Berhitung Mudah dan Menyenangkan dengan Jari-jari Tangan. Tak diduga, buku ini laku keras hingga lebih 30 ribu eksemplar dan diburu banyak ibu-ibu. Ibu-ibu ini butuh mengajari anak-anak mereka jalan pintas ber-matematika yang fun. Maka, sejak 2006, Septi pun membuka kursus jarimetika di seantero negeri dengan sistem waralaba.

Saat ini Septi memiliki 170 gerai kursus jarimatika di lima pulau besar di Indonesia, termasuk Papua dan daerah Sanggau, Kalbar, di perbatasan Malaysia utara. Total jenderal, ada sekitar 5.000 ibu-ibu yang terlibat bisnis waralaba jaritmatika. Ibu-ibu ini, terang Septi, sebelumnya diharuskan ikut pelatihan jarimatika dan ujian pengajar. Jika lulus ujian, mereka memperoleh sertifikat dan barulah diperbolehkan terjun di bisnis warlaba ini: Mengajar jarimatika pada anak-anak. Setiap kelas jarimatika dipatok maksimal 10 orang murid.

Septi menyebut bisnis jarimatika ini sebagai green product alias, ''Enggak ada matinya,'' tutur dia. Wajar, pangsa pasar jarimatika --anak-anak usia 3-12 tahun-- akan terus terbarukan. imy
( )



Selengkapnya Klik disini!!!
Batik, Sang Primadona

Berbagai teknik dan detail bertaburan di atas kain itu.


Batik. Kain warisan masa lalu agaknya tidak akan hilang tergerus zaman. Lewat tangan dingin para perancang, berbagai modifikasi dan desain terbaru hadir mewarnai keindahan batik.



Pun pada Fashion Tendance 2007 kali ini. Motif batik mendominasi padu padan rancangan busana Muslim. ''Kita akan menonjolkan batik ke pentas mode sebagai budaya asli Indonesia. Karena batik juga sangat beragam sehingga perancang bisa lebih leluasa untuk mengombinasinya menjadi busana yang apik dan elegan,'' papar Anne Rufaidah, ketua panitia Fashion Tendance 2007. Di tangan para perancang, motif batik tersebut dipadu dengan berbagai jenis bahan di antaranya chiffon silk, sutra, dan polyester.

Padu padan yang disuguhkan juga sarat dengan teknik cutting yang sangat variatif. Hasilnya, kesan unik untuk masing-masing rancangan yang dihasilkan. Detail rancangan kebanyakan memakai teknik bordir dan korsase yang merata di seluruh bagian rancangan. Belum lagi kain sulaman dengan benang wol yang menambah kesan feminin tiap rancangan.

Tren warna yang akan muncul juga sangat bervariasi. Sebagian besar perancang menggunakan paduan warna dasar seperti biru, hijau, merah, dan kuning. Namun, warna-warna pastel juga masih terlihat seperti merah muda, hijau, biru, dan ungu. Teknik gelembung pada bagian lengan, bagian bawah pakaian atas, dan bawahan celana atau rok pun masih tampak. ''Bentuk gelembung tersebut mudah diadaptasi untuk busana Muslim karena sesuai dengan pakemnya yang tidak memperlihatkan siluet tubuh,'' papar Anne Rufaidah.

Untuk tahun 2007, sejumlah perancang terlihat sengaja lebih fokus pada rancangan pakaian wanita yang menimbulkan kesan glamor untuk malam hari. ''Kami memang ingin membuat kombinasi batik sebagai kekayaan budaya bangsa dengan jenis kain lain dan mengangkatnya menjadi busana yang layak untuk dikenakan pada acara resmi seperti gala dinner,'' papar Anne.

Uniknya, ada pula yang dengan berani melakukan tabrakan-tabrakan warna dasar sehingga menimbulkan kesan mencolok. Yessi Riscowati, pemilik label Ranti, melihat ada kesan erotis dan kembali alam di sana. ''Keanekaragaman warna yang ada di alam sangat sesuai dan mudah diadaptasi dengan tema batik yang sedang kita angkat saat ini,'' papar Yessi. Inilah kekuatan batik.fia
( )



Selengkapnya Klik disini!!!
<$BlogDateHeaderDate$>
Vision
Vision :
To dedicate for the valuable heritage and tradition of batik, and as well as to provide job field as part of the participation in the community welfare

Missions :
  1. Create good quality batik
  2. Fulfill the customers' need. give the best service, comfort and give satisfaction to the customers.
  3. Alaways develop the company
  4. To popularize batik to over the world

Company profile



1. The company's history
  • In the past " Kampoeng Batik Laweyan" wa famous of its batik, and when it reached its glory there were a lot of rich batik businessmen there. Then of the bunissmen there, named K.H. Samanhudi established " Sarekat Dagang Islam (SDI)" in oredr to built up and also improve the nationalism and the batik business there. Since batik is one of the valuable heritage and culture in Indonesia. Moreever, at that time Indonesian people was cocolized by other country and the Indonesia people themselves didn't aware of the importance being united. Therefor, because of his heroic did in uniting the batik businessmen, K.H. Samanhudi was declared by the Indonesia Government as an hero.
  • On 25 September 2004, as the memorable glory of its Batik and its history, the Indonesia Government officially declared the existence of " Kampoeng Batik Laweyan" in Solo
  • "Nugraha Laweyan Solo" House of Batik, was established in 2005. The founders are ispired by the entrepreneur spirit owned by their anchestors. And they also inspired to inherit the valuable heritage and tradition in Solo

2. Products
2.1. Batik clothes
  • Handmade Batik clothes materials..................
  • Printing Batik clothes materials.......................
  • Primisima............................................................
  • Silk Batik for couple (sarimbit Sutera)...........
  • Silk Batik Shirt...................................................
  • Prisima Batik Shirt............................................
  • Blouse Prima......................................................
  • Batik Bed sheet.................................................
  • Batik Bed cover.................................................
  • Batik Table clothes............................................

2.2. Batik souvenirs
  • Batik purses
  • Batik bags
  • Batik sandals and sliipers
  • and...................

Selengkapnya Klik disini!!!
Kampung Laweyan Membuka Diri
Sumber : Republika.co.id

Seiring perkembangan dunia pertekstilan, batik Laweyan mengalami persaingan yang makin berat.


Masyarakat Kampung Laweyan siap membuka diri pada dunia luar. Masyarakat dari wilayah bersejarah di jantung kota Solo ini siap menerima pengunjung untuk masuk, mengenal sejarah, mengapresiasi produksi dan juga berbelanja batik produksi mereka di tempat.

''Mereka merindukan kunjungan dari luar,'' kata Krisnina Akbar Tandjung, ketua umum Yayasan Warna Warni Indonesia (WWI) yang didampingi Poppy Dharsono, Inti Subagyo, dan Esther Sulaiman, dalam jumpa pers di Jakarta, pekan lalu. Untuk kepentingan promosi kawasan tua tersebut, Nina, sapaan Krisnina, dan kawan-kawan mengadakan acara Wisata Kampung Batik bertema Mengenal Kampung Batik Laweyan pada 5-7 April 2007. Untuk membantu para pedagang Laweyan menarik pembeli, mereka memfasilitasi penataan rumah produsen berikut showroom-nya dan mengadakan penghijauan di kawasan itu.





Sebanyak 90 persen penghuni kampung Laweyan bermata pencaharian di dunia perbatikan. Produksi mereka adalah batik cap untuk kalangan menengah ke bawah. ''Batik Laweyan dulu pernah berjaya,'' kata Nina, wanita asli Solo ini. Sisa-sisa kejayaan itu masih tampak dari beberapa rumah indah para saudagar batik Solo dengan arsitektur art deco. ''Rumah-rumah yang kita tidak bisa bayangkan dimiliki orang kita di masa itu,'' kata Poppy Dharsono, perancang mode, yang juga terlibat dalam acara wisata ini.

Sayangnya, seiring perkembangan dunia pertekstilan, batik Laweyan mengalami persaingan yang makin berat. Begitu juga penghidupan warganya. Para keturunan pemilik rumah-rumah indah itu pun kesulitan merawat peninggalan berharga tersebut. Keindahan itu tak pernah tampak karena tertutup oleh dinding-dinding yang tinggi mengelilingi perkampungan tersebut. Usaha membuka diri dari warga Laweyan sebenarnya sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Tapi, upaya itu tak tampak gereget-nya. Maka, kali ini WWI bekerja sama dengan Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan mengupayakan lagi agar kenangan dan penghargaan terhadap Laweyan menjadi pupus. ''Kami ingin mengedepankan dan mengenali kebanggaan yang kita miliki,'' ujar Nina lagi.

Dalam acara Wisata Kampung Batik itu, rencananya diadakan peluncuran buku Mbok Mase: Pengusaha Batik Laweyan Awal Abad 20 (5/4), jalan-jalan mengenal Kampung Laweyan (6/4), dan seminar tentang batik yang diikuti dengan pameran (7/4). Dalam sejarahnya, Kampung Laweyan terkenal sebagai kawasan independen. Kawasan ini sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Pajang. Rajanya, Sultan Hadiwijoyo memberikan wilayah Laweyan status otonom (perdikan) pada Kiai Ageng Nis, dari kekuasaan kerajaan.

Sebagai perdikan, masyarakat Laweyan tidak terpengaruh pada kebudayaan feodal dengan kelompok bangsawan dan priyayi. Mereka cenderung mandiri, egaliter, dan 'berani' kepada Pemerintah Kolonial Belanda. Mereka dikenal sebagai masyarakat yang memiliki jiwa dagang. Sejarah mencatat kawasan ini sebagai tempat lahirnya organisasi pergerakan pribumi yang pertama, Sarikat Dagang Islam yang didirikan KH Samanhudi, seorang pedagang batik, pada 1905. Organisasi ini di bawah kepemimpinan HOS Tjokroaminoto kemudian berkembang --dengan nama Sarekat Islam-- dengan bergabungnya tokoh-tokoh pergerakan nasional yang berasal dari luar Jawa seperti H Agus Salim, AM Sangaji, Abdul Muis.

Ikhtisar:

- Masyarakat Laweyan tidak terpengaruh pada kebudayaan feodal dengan kelompok bangsawan dan priyayi. Mereka cenderung mandiri, egaliter, dan 'berani' kepada Pemerintah Kolonial Belanda. Mereka dikenal sebagai masyarakat yang memiliki jiwa dagang.

- Sejarah mencatat kawasan ini sebagai tempat lahirnya organisasi pergerakan pribumi yang pertama, Sarikat Dagang Islam yang didirikan KH Samanhudi, seorang pedagang batik, pada 1905.
( poy )










Selengkapnya Klik disini!!!
<$BlogDateHeaderDate$>
Solo dalam Gambar

Belajar menyulam : Klik dibawah ini
http://jemariku.blogspot.com

Selengkapnya Klik disini!!!
<$BlogDateHeaderDate$>
KAMPOENG LAWEYAN GO TO THE WORLD .......!!!!!
Company Profile

Selengkapnya Klik disini!!!
<$BlogDateHeaderDate$>